024 8318542

WA 089527273355

Jl. Pleburan Barat 11A Semarang

Pendekatan Karakter Siswa selama Pandemi

Pandemi yang berkepanjangan membawa dampak psikologis bagi siswa. Mereka mengalami stres serta perubahan karakter akibat proses pembelajaran jarak jauh yang sudah berlangsung selama hampir satu tahun, tepatnya sejak 16 Maret 2020 hingga saat ini. Menyikapi hal ini, SMK Kimia Industri Theresiana mengadakan rangkaian kegiatan Webinar & Parenting. Webinar dengan tema “Pendekatan Karakter Siswa selama Pandemi” diadakan bagi guru-guru SMP dan dilaksanakan pada hari Rabu 17 Februari 2021, sedangkan parenting dengan tema “Pendekatan Karakter Anak selama Pandemi” diadakan bagi orang tua siswa SMK Kimia Industri Theresiana dan dilaksanakan pada hari Kamis 18 Februari 2021. Narasumber kegiatan webinar & parenting ini adalah Bp CVR Abimanyu S.Psi, M.Psi. Beliau merupakan dosen di Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang sekaligus ketua Center of Trauma Recovery. Beliau juga menjadi pembimbing ekstrakurikuler Public Speaking di SMK Kimia Industri Theresiana Semarang.
“2 kegiatan ini kami adakan karena masa pandemi yang berkepanjangan pasti berdampak pada psikis anak karena pola pembelajaran yang berubah sedangkan tuntutan terhadap anak untuk berprestasi selalu tinggi tapi belum bisa memahami stress anak” kata bu Yovita Dyah Endrati Retnosekar, ST, M.Si.
Dari kegiatan webinar & parenting ini, peserta mengetahui bahwa perubahan karakter siswa disebabkan karena adanya shock atau keterkejutan akibat pemberlakuan sistem pembelajaran jarak jauh yang mendadak akibat pandemi. Stres yang dialami siswa mempunyai beberapa tingkatan, yang terpenting adalah siswa dapat melakukan managemen stress karena apabila siswa berada pada tingkat stress yang ideal, maka performa kerja dan belajar mereka akan optimal. Tingkat stress ideal siswa dapat diketahui melalui melalui pendampingan dari orang tua maupun guru, untuk itu diperlukan keterbukaan antara anak – orang tua – dan guru, oleh sebab itu baik guru dan orang tua perlu mengetahui kesukaan anak, termasuk game yang disukai. Guru dan orang tua bisa mengarahkan aktivitas positif melalui gadget.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *